KOMENTAR DAN PENGALAMAN PARA DOKTER
Penelitian seorang dokter dari Soviet telah membuktikan bahwa propolis dapat mencegah terjadinya luka dan bisul yang bernanah di dalam lambung dan mempercepat proses penyembuhan.
Di Klosternerberg Hospital, Austria, Dr. Franz K.Feiks melakukan tes propolis pada pasien dengan luka yang terdapat pada lambung dan usus dua belas jari. Satu kelompok diberikan pengobatan standar dan kelompok yang lain diberikan ekstrak propolis 5% dalam air, tiga kali sehari sebelum makan. Semua kelompok yang diberikan propolis rasa sakitnya hilang dalam tiga hari, tetapi hanya sepuluh dari kelompok yang tidak diberikan propolis rasa sakitnya hilang dalam waktu yang sama dengan 6 dari 10 orang pasien yang menggunakan propolis.
Dr. Feiks juga menggunakan propolis sebagai pengganti dari pengobatan konvensional terhadap 189 dari 294 pasien. 90 % dari 189 pasiennya terbebas dari penyakit dalam waktu dua minggu. Dalam sebuah simposium di Yugoslavia, Dr. Franz K. Feiks melaporkan 21 kasus luka dalam yang dibalut dengan larutan propolis, dalam waktu 48 jam luka tersebut sembuh, bahkan 19 dari pasien tersebut bekas lukanya sembuh total.
Dr. John Graange, Department of Microbiology, National Health and Lung Institute, London, menyatakan bahwa ekstrak etanol dari propolis dapat mendorong pembelahan sel atau regenerasi jaringan ikat (penghubung) tulang rawan dan tulang. Oleh karena itu propolis sangat cocok untuk penyembuhan penyakit arthritis atau radang sendi dan rheumatik.
Gerardis (1579, Histories of Plants): Propolis memiliki zat yang dapat menyediakan sejenis penyembuh yang cepat dan efektif. Digunakan pada zaman perang BOER sebagai penyembuh luka dan ointment.
Nicolas Culpeper (Complete Herbal): Propolis baik untuk panas dan panas dalam atau anggota tubuh yang terbakar.
Universitas di Columbia: Propolis dapat membantu sistem kekebalan tubuh pada manusia dan hewan dalam melawan infeksi serta juga menemukan zat yang mengandung unsur aktif dalam menghadapi kanker.
Dokter-dokter di Chechoslovakia mencampur propolis dengan alkohol untuk mensterilkan tangan mereka dan pasien selama perawatan berlangsung; dan dipergunakan untuk penyakit kulit tanpa efek samping.
Professor Arnold Beckett (Ahli Pengobatan Kimia): Propolis merupakan obat berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kuman virus, jamur dan bakteri.
Phillip Carder, Department of Biochemistry, Oxford University: Propolis sangat efektif untuk membasmi bakteri.
David James (ahli terapi gizi): Propolis terbukti telah menyembuhkan pasien-pasien saya yang berpenyakit kronis seperti penyakit tenggorokan kronis dan penyakit mulut, dalam tempo yang sangat singkat.
Philip Wander, dokter gigi dari Manchester: Pasien-pasien saya yang bermasalah dengan gigi dan bisul mulut serta gusi yang terinfeksi dapat disembuhkan dalam waktu 3 hari.
Sister Carole: Saya telah memberikan propolis untuk pasien yang menderita Alzheimer dan hasilnya sangat luar biasa.
Dr. Franz K.Feiks, Di Klosternerberg Hospital, Austria: Saya telah memberikan propolis untuk pengobatan 198 orang yang berpenyakit borok, mereka sehat dalam tempo tiga hari.
Tim Riset Rusia: Di dalam propolis terdapat zat antibiotik alami dan antiviral yang tidak berefek samping, vitamin, asam amino, dan mineral, serta sangat mujarab untuk infeksi perut, mulut dan tenggorokan. Masuk dalam ensiklopedia utama.
Dr. Peter Mansfield, Lincolnshire, GP. Menggunakan propolis untuk demam, panas dalam dan flu.
Prof. Dr. Filipic Likar (1976). Melakukan pengobatan pada saat terjadi epidemik influenza di Sarajevo, dan hasilnya sangat luar biasa.
Mitza Vosnjak, bekas Menteri Luar Negeri Yugoslavia. Memberikan propolis untuk temannya Rudy yang menderita kanker dan hasilnya dalam beberapa minggu Rudy tidak merasakan sakit kejang, tidak ada keluar darah serta selera makannya meningkat.
Dr. Fang Chu, Worker's Hospital, Lienyukang, Kiangsu RRC: Pasien yang mengidap penyakit kandungan lemak yang tinggi dalam darah (hyperlipidemia) dan mengakibatkan penyakit jantung, dengan menggunakan propolis kandungan lemak dalam darahnya menurun. Pasien yang menderita arteriosclerosis sembuh setelah diberi propolis selama 30 hari.
Institute of Radiology Sarajevo (I. Osmanagic, D. Beljenki, N. Mavric): Pasien yang terkena radiasi diberikan propolis dan hasilnya sembuh.
V.P. Kivalkina, saintis dari Rusia (Majalah Antibiotics): Bagaimanapun cara memprosesnya, propolis tetap sangat efektif sebagai antibiotik alami, walaupun telah disimpan selama bertahun-tahun.
John Diamond, MD.: Dari semua makanan tambahan yang saya selidiki dan uji, propolis sangat bermanfaat pada thymus yang merupakan tenaga kehidupan. Propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang menjalankan sistem imun tubuh di mana kelenjar tersebut berada pada pangkal leher dan mengandung lympocytes yang memberikan kekebalan terhadap kuman dan penyakit.
Roy Kupinsel, MD. dari Maitland, Florida: Tanpa efek samping! Lebah bergantung pada propolis selama 46 juta tahun. Sarangnya mengandung sedikit bakteri dan lebih steril dari pada rumah sakit.
Rasakan hidup SEHAT dan SEJAHTERA dengan mengkonsumsi Melia Propolis serta Melia Biyang (HGH) dan merasakan pendapatan uang tunai setiap hari ratusan ribu hingga jutaan dari system marketing plan Melia Nature Indonesia.
Friday, February 24, 2012
Thursday, February 23, 2012
Penelitian tentang Propolis
Siapa tak merinding mendengar kata AIDS – menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi human immunodeficiency virus HIV yang memicu munculnya beragam penyakit? Menurut data World Health Organization (WHO), sekitar 2-juta penduduk dunia meninggal akibat AIDS sepanjang 2008. Jumlah itu mungkin turun jika para pengidap AIDS mengenal propolis.
Propolis memang belum dibuktikan secara klinis bisa mengatasi HIV. Namun, berdasar riset in vitro – di laboratorium – yang dilakukan para peneliti dari University of Minnesota, Minneapolis, Amerika Serikat, propolis berpotensi meningkatkan kekebalan tubuh para penderita HIV/ AIDS.
Tim peneliti menduga zat antiviral yang terkandung dalam propolis menghambat masuknya virus ke dalam CD4+ limfosit.
Propolis dosis 66,6mg/ml dalam kultur sel CD4+ – sel T dalam sistem kekebalan yang memiliki reseptor CD4 mampu menghambat ekspresi virus HIV maksimal 85%. Lazimnya pada penderita HIV/AIDS, virus mematikan itu menginfeksi sel bereseptor CD4 dan merusaknya. Makanya, jumlah sel ber-CD4 pada penderita HIV/AIDS turun jauh di bawah angka normal. Pada orang sehat, jumlahnya sekitar 500 – 1.500/mm3 darah.
Penyakit berat
Berdasarkan riset di luar maupun dalam negeri, propolis memang terbukti ampuh melawan beberapa penyakit berat.
Dr dr Eko Budi Koendhori Mkes, dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), misalnya, membuktikan lem lebah itu membantu menekan kerusakan jaringan paru pada mencit yang diinfeksi Mycobacterium tuberculosis – bakteri penyebab penyakit tuberculosis (TBC).
Dari 100 mencit yang diinfeksi M. tuberculosis, tikus yang diberi kombinasi Isoniasid – obat antituberculosis – 25 mg/kg bobot badan dan propolis menunjukkan peningkatan kadar interferon. Interferon berperan mengaktifkan sel makrofag yang membunuh bakteri TBC.
Mencit yang hanya diberi Isoniasid mengalami peningkatan kerusakan paru dari minggu ke-5 hingga ke-12. Sementara kondisi paru mencit yang diberi Isoniasid dan propolis dosis 800 mg pada minggu ke-12 sama seperti pada minggu ke-5.
Propolis berperan meningkatkan kekebalan penderita sehingga kerusakan jaringan dapat ditekan. Obat standar bekerja secara langsung menyerang bakteri TBC. Nah, kombinasi obat dan propolis mematikan bakteri TBC sekaligus mengurangi kerusakan paru-paru akibat serangan bakteri.
“Propolis sangat bagus untuk meningkatkan sistem imun. Selain itu saya duga memiliki kemampuan antikanker,” tutur Eko.
Kanker
Dugaan Eko tidak meleset. Berdasar riset yang dilakukan di laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPT) UGM, produk propolis yang diteliti dapat menghambat sel kanker HeLa (sel kanker serviks), Siha (sel kanker uterus), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar 20 – 41 µg/ml. Artinya, propolis dosis 20 – 41 µg/ml dapat menghambat aktivitas 50% sel kanker dalam kultur.
Itu sejalan dengan penelitian dr Woro Pratiwi MKes SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Propolis yang diberikan selama 1 bulan memiliki efek antikanker dalam organisme hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul atau tonjolan tumor dan menurunnya aktivitas proliferasi – penggandaan – sel tumor kelenjar payudara pada mencit. Namun, efeknya masih lebih rendah dibanding pada mencit yang diberi obat kanker standar, doksorubisin. ‘Sehingga, perlu dikaji penggunaan propolis dengan obat antikanker terstandar untuk memberikan efek terapi optimal dan efek samping minimal,’ ujar Woro.
Polifenol dan flavonoid, sebagian senyawa yang terkandung dalam propolis, kemungkinan berperan menghambat proliferasi sel kanker. Menurut Dr Edy Meiyanto dari Fakultas Farmasi UGM, flavonoid biasanya mempunyai struktur khas yang mampu menghambat protein kinase yang digunakan untuk proliferasi sel. Jika protein kinase ini dihambat, proses fisiologi sel pun terhambat sehingga sel melakukan apoptosis alias membuat program bunuh diri.
“Senyawa golongan flavonoid dan polifenol yang ada dalam propolis juga memiliki efek antioksidan dan antitrombositopenia,” kata Prof Dr Mustofa MKes Apt dari Bagian Farmakologi & Toksikologi FK UGM.
Penelitian tim FK UGM menunjukkan sediaan propolis yang diuji mampu mencegah penurunan trombosit pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei – salah satu parasit penyebab malaria pada mamalia selain manusia. Dosis optimal 5 ml/kg bobot badan juga mampu meningkatkan jumlah eritrosit hingga 37% setelah 8 hari pemberian.
Aman
Khasiat lain propolis yang sudah dibuktikan lewat riset yaitu efek antimikrobanya. Uji yang dilakukan Eko pada 2007 menunjukkan propolis mampu membunuh 26 isolat bakteri Staphylococcus aureus penyebab infeksi pada kulit dan saluran pernapasan serta Escherichia coli penginfeksi saluran pencernaan. Propolis dosis 10% dan 20% mampu membunuh seluruh sampel kedua jenis bakteri.
Penelitian serupa oleh Dr Jessie Pamudji di Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung membuktikan efek antibakteri propolis terhadap S. aureus dan Propionibacterium acnes – biang jerawat. ‘Itu karena propolis mengandung senyawa yang bersifat antimikroba yaitu flavon pinocembrin, flavonol galangin, dan asam kafeat,’ ujar Jessie.
Yang terpenting, riset membuktikan propolis aman meski dikonsumsi dalam jangka panjang. Menurut Dra Mulyati Sarto, MSi dari LPT UGM, toksisitas propolis sangat rendah. ‘Mencit yang diberi propolis tiap hari selama 1 bulan dengan dosis normal, fungsi dan kondisi organ tubuhnya tetap bagus, tidak bermasalah,’ ujarnya.
Dosis normal yang dimaksud setara 1 sendok makan propolis dilarutkan dalam 50 ml air untuk konsumsi manusia. Propolis baru menyebabkan kematian separuh jumlah hewan uji pada dosis di atas 10.000 mg/kg bobot badan. Jika dikonversikan ke orang berbobot 60 kg, dosis itu setara konsumsi 0,6 kg propolis setiap hari. Artinya, keampuhan dan keamanan propolis telah terbukti
Propolis memang belum dibuktikan secara klinis bisa mengatasi HIV. Namun, berdasar riset in vitro – di laboratorium – yang dilakukan para peneliti dari University of Minnesota, Minneapolis, Amerika Serikat, propolis berpotensi meningkatkan kekebalan tubuh para penderita HIV/ AIDS.
Tim peneliti menduga zat antiviral yang terkandung dalam propolis menghambat masuknya virus ke dalam CD4+ limfosit.
Propolis dosis 66,6mg/ml dalam kultur sel CD4+ – sel T dalam sistem kekebalan yang memiliki reseptor CD4 mampu menghambat ekspresi virus HIV maksimal 85%. Lazimnya pada penderita HIV/AIDS, virus mematikan itu menginfeksi sel bereseptor CD4 dan merusaknya. Makanya, jumlah sel ber-CD4 pada penderita HIV/AIDS turun jauh di bawah angka normal. Pada orang sehat, jumlahnya sekitar 500 – 1.500/mm3 darah.
Penyakit berat
Berdasarkan riset di luar maupun dalam negeri, propolis memang terbukti ampuh melawan beberapa penyakit berat.
Dr dr Eko Budi Koendhori Mkes, dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), misalnya, membuktikan lem lebah itu membantu menekan kerusakan jaringan paru pada mencit yang diinfeksi Mycobacterium tuberculosis – bakteri penyebab penyakit tuberculosis (TBC).
Dari 100 mencit yang diinfeksi M. tuberculosis, tikus yang diberi kombinasi Isoniasid – obat antituberculosis – 25 mg/kg bobot badan dan propolis menunjukkan peningkatan kadar interferon. Interferon berperan mengaktifkan sel makrofag yang membunuh bakteri TBC.
Mencit yang hanya diberi Isoniasid mengalami peningkatan kerusakan paru dari minggu ke-5 hingga ke-12. Sementara kondisi paru mencit yang diberi Isoniasid dan propolis dosis 800 mg pada minggu ke-12 sama seperti pada minggu ke-5.
Propolis berperan meningkatkan kekebalan penderita sehingga kerusakan jaringan dapat ditekan. Obat standar bekerja secara langsung menyerang bakteri TBC. Nah, kombinasi obat dan propolis mematikan bakteri TBC sekaligus mengurangi kerusakan paru-paru akibat serangan bakteri.
“Propolis sangat bagus untuk meningkatkan sistem imun. Selain itu saya duga memiliki kemampuan antikanker,” tutur Eko.
Kanker
Dugaan Eko tidak meleset. Berdasar riset yang dilakukan di laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPT) UGM, produk propolis yang diteliti dapat menghambat sel kanker HeLa (sel kanker serviks), Siha (sel kanker uterus), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar 20 – 41 µg/ml. Artinya, propolis dosis 20 – 41 µg/ml dapat menghambat aktivitas 50% sel kanker dalam kultur.
Itu sejalan dengan penelitian dr Woro Pratiwi MKes SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Propolis yang diberikan selama 1 bulan memiliki efek antikanker dalam organisme hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul atau tonjolan tumor dan menurunnya aktivitas proliferasi – penggandaan – sel tumor kelenjar payudara pada mencit. Namun, efeknya masih lebih rendah dibanding pada mencit yang diberi obat kanker standar, doksorubisin. ‘Sehingga, perlu dikaji penggunaan propolis dengan obat antikanker terstandar untuk memberikan efek terapi optimal dan efek samping minimal,’ ujar Woro.
Polifenol dan flavonoid, sebagian senyawa yang terkandung dalam propolis, kemungkinan berperan menghambat proliferasi sel kanker. Menurut Dr Edy Meiyanto dari Fakultas Farmasi UGM, flavonoid biasanya mempunyai struktur khas yang mampu menghambat protein kinase yang digunakan untuk proliferasi sel. Jika protein kinase ini dihambat, proses fisiologi sel pun terhambat sehingga sel melakukan apoptosis alias membuat program bunuh diri.
“Senyawa golongan flavonoid dan polifenol yang ada dalam propolis juga memiliki efek antioksidan dan antitrombositopenia,” kata Prof Dr Mustofa MKes Apt dari Bagian Farmakologi & Toksikologi FK UGM.
Penelitian tim FK UGM menunjukkan sediaan propolis yang diuji mampu mencegah penurunan trombosit pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei – salah satu parasit penyebab malaria pada mamalia selain manusia. Dosis optimal 5 ml/kg bobot badan juga mampu meningkatkan jumlah eritrosit hingga 37% setelah 8 hari pemberian.
Aman
Khasiat lain propolis yang sudah dibuktikan lewat riset yaitu efek antimikrobanya. Uji yang dilakukan Eko pada 2007 menunjukkan propolis mampu membunuh 26 isolat bakteri Staphylococcus aureus penyebab infeksi pada kulit dan saluran pernapasan serta Escherichia coli penginfeksi saluran pencernaan. Propolis dosis 10% dan 20% mampu membunuh seluruh sampel kedua jenis bakteri.
Penelitian serupa oleh Dr Jessie Pamudji di Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung membuktikan efek antibakteri propolis terhadap S. aureus dan Propionibacterium acnes – biang jerawat. ‘Itu karena propolis mengandung senyawa yang bersifat antimikroba yaitu flavon pinocembrin, flavonol galangin, dan asam kafeat,’ ujar Jessie.
Yang terpenting, riset membuktikan propolis aman meski dikonsumsi dalam jangka panjang. Menurut Dra Mulyati Sarto, MSi dari LPT UGM, toksisitas propolis sangat rendah. ‘Mencit yang diberi propolis tiap hari selama 1 bulan dengan dosis normal, fungsi dan kondisi organ tubuhnya tetap bagus, tidak bermasalah,’ ujarnya.
Dosis normal yang dimaksud setara 1 sendok makan propolis dilarutkan dalam 50 ml air untuk konsumsi manusia. Propolis baru menyebabkan kematian separuh jumlah hewan uji pada dosis di atas 10.000 mg/kg bobot badan. Jika dikonversikan ke orang berbobot 60 kg, dosis itu setara konsumsi 0,6 kg propolis setiap hari. Artinya, keampuhan dan keamanan propolis telah terbukti
Wednesday, February 22, 2012
Kegunaan Propolis
Kegunaan Propolis bagi manusia adalah :
Suplementasi; mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk membangun kekebalan tubuh dan mengaktifkan kelenjar Thymus. Zat-zat tersebut adalah :
1. Semua vitamin kecuali vitamin K.
2. Semua mineral yang dibutuhkan tubuh kecuali Sulfur.
3. 16 rantai Asam Amino Essensial yang dibutuhkan untuk regenerasi sel.
4. Bioflavonoid, yaitu zat anti oksidan sebagai suplemen sel. Menurut penelitian,kandungan Bioflavonoid pada satu tetes propolis setara dengan bioflavonoid yang dihasilkan dari 500 buah jeruk.
Pengobatan alami; mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Fungsi pengobatan meliputi hal-hal sebagai berikut :
a. Sebagai antibiotik, antiviral dan sekaligus antifungal alami tanpa efek samping.
b. Penyakit yang berhubungan dengan bakteri, misalnya : typhus, diare/muntaber dsb. dapat juga untuk bau ketiak yang sangat mengganggu, karena di dalam lipatan ketiak terdapat bakteri atau jamur yang menyebabkan bau.
c. Penyakit yang berhubungan dengan virus, misalnya : demam berdarah, flu, TBC dan sebagainya.
d. Penyakit yang berhubungan dengan jamur, misalnya : eksim, panu, keputihan, ketombe dan sebagainya.
e. Anti peradangan (infeksi dan luka), misalnya : maag, luka luar, radang tenggorokan, sakit gigi, radang ginjal, lebam, luka bakar dan sebagainya.
f. Sebagai anti kanker dan mutagenesis sel, misalnya : kanker tumor, mium, kista dan sebagainya.
g. Berfungsi untuk membersihkan pembuluh darah dan detoksifikasi atau pembuangan racun, misalnya : asam urat, kolesterol, trigliserin, darah tinggi, jantung, stroke, diabetes mellitus dan sebagainya.
Suplementasi; mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk membangun kekebalan tubuh dan mengaktifkan kelenjar Thymus. Zat-zat tersebut adalah :
1. Semua vitamin kecuali vitamin K.
2. Semua mineral yang dibutuhkan tubuh kecuali Sulfur.
3. 16 rantai Asam Amino Essensial yang dibutuhkan untuk regenerasi sel.
4. Bioflavonoid, yaitu zat anti oksidan sebagai suplemen sel. Menurut penelitian,kandungan Bioflavonoid pada satu tetes propolis setara dengan bioflavonoid yang dihasilkan dari 500 buah jeruk.
Pengobatan alami; mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Fungsi pengobatan meliputi hal-hal sebagai berikut :
a. Sebagai antibiotik, antiviral dan sekaligus antifungal alami tanpa efek samping.
b. Penyakit yang berhubungan dengan bakteri, misalnya : typhus, diare/muntaber dsb. dapat juga untuk bau ketiak yang sangat mengganggu, karena di dalam lipatan ketiak terdapat bakteri atau jamur yang menyebabkan bau.
c. Penyakit yang berhubungan dengan virus, misalnya : demam berdarah, flu, TBC dan sebagainya.
d. Penyakit yang berhubungan dengan jamur, misalnya : eksim, panu, keputihan, ketombe dan sebagainya.
e. Anti peradangan (infeksi dan luka), misalnya : maag, luka luar, radang tenggorokan, sakit gigi, radang ginjal, lebam, luka bakar dan sebagainya.
f. Sebagai anti kanker dan mutagenesis sel, misalnya : kanker tumor, mium, kista dan sebagainya.
g. Berfungsi untuk membersihkan pembuluh darah dan detoksifikasi atau pembuangan racun, misalnya : asam urat, kolesterol, trigliserin, darah tinggi, jantung, stroke, diabetes mellitus dan sebagainya.
Friday, February 17, 2012
Kandungan Propolis Melia Nature Indonesia
Sampai saat ini penelitian ilmiah tentang kandungan dari propolis belumlah tuntas. Propolis pada saat ini diketahui kaya akan Vitamin, Terutama vitamin B-Komplex. Juga mengandung vitamin C, E dan H (Biotin) Mineral/Unsur Kalsium, Zat Besi, Zink, Copper, Chrome Silizium, Vanadium dan Mangan. 16 Asam amino essensial dan enzim Bioflavonoid atau biasa disebut vitamin P, Bioflavonoid merupakan zat yang paling penting dari propolis baik bagi lebah maupun bagi manusia. Bioflavonoid terdapat dalam jumlah yang banyak dalam propolis, bahkan paling banyak dibandingkan dengan produk-produk lebah lainnya seperti madu, royal jelly dll. Zat inilah yang memberikan efek antibiotik natural yang terkuat dan berfungsi menyembuhkan atau sedikitnya mengurangi rasa sakit, meredakan radang, mengikat zat racun yang masuk ke dalam tubuh dan memperkuat sistim imunitas tubuh.
Thursday, February 16, 2012
Apa itu Propolis ?
Propolis dikumpulkan oleh lebah dari tumbuh-tumbuhan atau pucuk muda dan kulit pohon terutama pohon poplar lalu dicampurkan dengan air liurnya, yang digunakan untuk menambal lubang dalam sarang lebah yang sekaligus juga melindungi sarang lebah dari serangan virus, bakteri dan jamur. Propolis bersifat disinfektan (anti bakteri) yang membunuh semua kuman yang masuk ke sarang lebah. Lebah meliputi sarangnya dengan propolis untuk melindungi semua yang ada di dalam sarang tersebut dari serbuan kuman, virus, atau bakteri, misal: ratu lebah, telur, bayi lebah dan madu. Sifat disinfektan alami yang terkandung dalam propolis sangat ampuh dalam membunuh kuman, terbukti dengan ditemukannya seekor tikus dalam sarang lebah yang telah mati selama kurang lebih 5 tahun dalam keadaan tidak membusuk.
Labels:
air liur lebah,
anti virus,
bakteri,
jamur,
melianature,
propolis
Subscribe to:
Posts (Atom)